Rabu, 08 Agustus 2012

Sore itu



Kesayanganku, ingat bagaimana sore itu kita habiskan bersama? Dengan jarimu menari diatas dawai gitar dan aku yang menelungkupkan wajah diatas lutut, menghadapmu. Seperti seorang gadis kecil yang asik mendengarkan Ayahnya bercerita dongeng. 

Kesayanganku, ingat bagaimana gazebo sore itu penuh dengan kedamaian? Dengan suara kicauan burung berkolaborasi dengan petikan gitarmu, sesekali senandungku. Dengan irama ilalang dan desauan angin yang ikut meramaikan sore kita. 

Kesayanganku, ingat ketika matahari mulai terbenam dan kau mulai menghentikan permainan nadamu? Beranjak mengambil sebuah SLR di sampingmu, dan menarikku ke sisimu. Lantas kau berbisik, "sunset yang indah, sepertimu." Lalu kau mengatur lensa dan.. Klik. Satu momen senja terabadikan. Inilah tujuan kita kemari. Mengejar sunset. 

Di sesi selanjutnya, kau menjadikanku model karyamu. Aku berpose natural ditengah ilalang tinggi di bawah naungan senja yang berkilau, dan kau memotretku. Berkali-kali dengan pose berbeda. Kau bilang aku sangat cantik. Aku tidak pernah merasa cantik, tapi entah bagaimana, ditanganmu dan lensamu, kau selalu membuatku terlihat cantik. 

Lalu ingat bagaimana matahari sudah benar-benar tenggelam? Kau menggandengku pulang. Aku ingin berlama-lama denganmu, tapi kau bilang kau sudah berjanji dengan Ibuku agar mengantarku pulang saat matahari sudah tenggelam. Dan kau tepati itu. 

Kau mengantarku pulang. Tepat di depan pintu rumahku. Waktu itu Ayah yang membukakan pintu. Dengan muka kecut dan wajah berkerut Ayah melihatmu tidak suka. Kau tersenyum sopan. Sama sekali tidak kehilangan kepercayaan dirimu. 

"Oom, jangan khawatir, ini saya mengantarkan putri Oom pulang. Dengan selamat."

"Memang sudah kewajibanmu! Kalau tidak, justru kamu yang saya buat pulang tidak selamat!" ayah berujar ketus. 

Aku memandangmu khawatir, dan melirik Ayah panik. Sedang kau mengangguk tenang, 
"tentu. Sekarang saya mau pamit oom. Salam buat Tante. Saya pulang dulu" kau membungkuk sopan. Kemudian kau pamit padaku, dan berlalu. 

Satu sore sederhana yang kukenang selalu. Kelak kau akan tahu, Ayahku telah memberimu kepercayaan sejak hari itu. Hal yang tidak pernah dia berikan pada laki-laki manapun yang pernah mengaku cinta padaku :)