Minggu, 09 September 2012

Untukmu, Sayang























hai sayang, apa kabarmu disana? Sudah temukan pengganti diriku? Bagaimana rupanya? apa dia cantik? Apa dia pintar? Apa dia mencintaimu sebanyak yang kulakukan? 

Hai Sayang, tahukah kamu, aku disini masih dengan selimut cinta yang sama. Dengan rindu yang mengerjap-kerjap dan kasih yang bertalu-talu. Sejauh apapun jarak yang memisahkan raga, diamanapun kau berada, rinduku selalu bisa menemukanmu. 
Sayang, tahukah kamu, selebar apapun goresan luka yang kau buat dihatiku, rasaku padamu selalu menjanjikan maaf. Bahwa sedalam apapun kau menyakitiku, rinduku selalu bisa menebusnya. Sementara aku sibuk meniup luka-lukaku sementara kau sibuk membuat luka baru. 
Sayang, saat kau tarik pelukan terakhirmu dari dekapku, aku tahu, saat itulah aku berikrar untuk mengiklaskanmu. Saat kau memaksaku berjanji untuk temukan penggantimu yang terbaik untukku, aku menangis diam-diam. Bagiku yang terbaik cuma satu. Dan itu kamu. It's always been you. 
Sayang, sekedar untuk memberitahumu, aku masih disini dengan sekujur doa yang sama, kusampaikan pada Tuhan dengan selipan namamu di setiap akhir kata "semoga". Kukirimkan padamu lewat Tuhan, dengan kelopak cinta yang bersayap. 

Jaga diri baik-baik. Semoga kau bahagia, dengan siapapun yang akan mengisi masa depanmu.
 

Dengan cinta, dari yang pernah kau cinta.
 



Nb: Aku menulis surat ini ditemani secangkir susu hangat yang mulai mendingin di pangkuan, aroma kamar yang nyaman, dan kenangan yang berkejar-kejaran di kepala.