Kamis, 03 Januari 2013

back to school arrgh..


Oke, pertama-tama gue ehem-ehem dulu. Yeah, ini post pertama gue di 2013. Agak telat, tapi.. Happy new year anyway.

Tidak seperti postingan tahun baru pada umumnya yang ngomongin resolusi, acara tahun baru, and the other such thing.

Gue lagi bĂȘte ini.
Pertama, karena gue salah potong rambut. Alhasil, rambut gue yang bagusnya gila-gilaan (iya, saking bagusnya kayak orang gila), lurus pasrah tanpa smoothing, yah pokoknya rambut yang bisa terbang-terbang kalo dikibas dan langsung rapi hanya dengan “Cuma disisir jari kok”, sekarang jadi jemba membahana.
Oke, gue bohong soal rambut awal gue yang dahsyat itu. Tapi gue serius tentang rambut gue yang langsung jemba berkat haircut yang nggak banget.

baikla, mari lupakan rambut gue yang sengak itu.
pindah ke topik lain.

Kedua, holiday is over. Arrghh. What a terrible—especially for me.

emang sih selama liburan, gue Cuma ngetem dirumah. Sambil selonjoran baca novel, nonton transTV sampe mata gue merah (ngomong-ngomong film liburannya emang paling top, terakhir gue nonton ASTROBOY tadi pagi sampe mata gue ileran—gue emang suka nangis sendiri kalo nonton kartun keren), nonton drama korea sampe gue hidung gue menitikkan air mata terus diketawai adek-adek gue, dan yang paling mutakhir adalah ongkang-angking kaki di Mall.

Sama sekali nggak berkesan. Totally.

Somehow gue tetap mengharamkan masuk sekolah tanggal 2 januari. It was Wednesday, tapi rasanya kayak Sunday. Itu sama aja kayak makan citato rasa kaos kaki. Yeah, emang separah itu.
oleh karenanya, gue memutuskan untuk tidak masuk.
pikiran gue, “halah palingan useless juga ke sekolah, anak-anak masih banyak yg belum pulang liburan, terus guru-gurunya juga masih pemanasan.”
jadi gue pun nggak masuk.

Besoknya—hari ini.

pagi-pagi buta gue buka twitter, tampaknya banyak juga yang udah mulai masuk sekolah. So, setelah spamming nanya-nanya di timeline “heh, sekolah gak hari ini?” dan mendapat beberapa koresponden yang menyatakan tidak masuk, gue memutuskan untuk nggak masuk juga. Lagian—hey, gue kan sekretarisnya. Mau apa lo?

Gue ngetweet, “oke, saya memutuskan untuk tidak masuk sekolah hari ini.”

Eh eh terus beberapa temen gue ada yang langsung replay tweet gue. Mereka mempersoalkan tugas kelompok Biologi yang konon bakal dipresentasiin hari ini. Uh-oh, gue lupa sama sekali ada biologi hari ini. Mereka maksa gue masuk demi kepentingan kelompok. Tapi matahari sudah mulai meninggi dan gue belum mandi—gue bakal telat ke sekolah, lagian juga setelah tweet gue diatas, gue nggak bisa dong tiba-tiba ngetweet lagi “sorry, I take it back. hehe” pake emot cengengesan. Emang gue cewek apaan. Gue bukan orang yang suka menarik kembali perkataan yang sudah dilontarkan. Gue kan nggak suka jilat ludah sendiri, emangnya gue kucing? Crap.

So, gue replay mention temen-temen gue dengan sangat bijaksana, “guys, kita kelompok 4. Biologi Cuma sejam hari ini. Kita nggak bakal maju hari ini. Trust me.”
tampaknya temen-temen gue cukup tenang. Mereka percaya aja sama gue berhubung gue adalah siswi-yang-cukup-berdedikasi-dan-sekretaris-andalan. Tapi tiba-tiba temen gue dari kelompok lain nyolot, “itu kan Cuma kelompok materi, sedangkan majunya berdasarkan undian. Kalian kelompok 4, tapi siapa tau nanti maju yang pertama.” rasanya gue pengen nyolok pake lidi tweet temen gue barusan, tapi berhubung itu tidak akan berdampak langsung dan hanya akan bikin screen gue tergores, gue memutuskan untuk tetap bersabar dan tawakal.
But still, berhubung gue takut tweet itu bakal berefek pada temen-temen kelompok gue dan alhasil mereka bakal balik maksa gue buat sekolah, gue nggak berani buka box mention dan gue cuek aja pura-pura udah exit. Gue buka timeline gue dan hapus beberapa tweet gue yang isinya eh-kamu-masuk-sekolah-hari-ini-? , bukannya apa, gue Cuma nggak suka aja baca timeline yang isinya tweet yang diduplicate berkali-kali (it’s like “justin bieber please  follback me. I love you. #1001”), dan itu pun berlaku juga untuk gue sendiri. Gue mau isi timeline gue hanya berisi hal-hal yang worth-to-read seperti, “guys, gue lagi makan maicih” or “maicih ternyata spicy juga ya guys” or “huhu gue nginap semalaman nih di toilet gara-gara maicih. Please culik gue” or “finally gue cebok juga. Kalo lo mau, ambil oleh-olehnya di kloset. For free”

Intinya, gue leha-leha di kamar sambil pelajarin materi presentasi biologi gue beserta lampiran-lampiran sumber datanya yang udah gue print. Gue bertekad bakal all out dan tampil mempesona nati pas tampil (tampil?)—semacam polwan-polwan cantik yang sering bacain berita lalu lintas di metroTV.
Yeah, meskipun gue malas masuk sekolah, bukan berarti gue bakal ngebiarin diri gue jadi bego beneran dan otak gue jadi berkarat lalu mulai mengeluarkan lengkingan seperti kaleng coca cola yang tergores—saking lamanya nggak dipakai.

trus hape gue bunyi, ada sms masuk dari temen gue yang bilang kalo :
Pak Nafik muji-muji hasil tugas wedding invitation gue didepan anak-anak. Ah, so sweet.
Pak Nafik bilang yang nggak masuk hari ini, nilainya bakal dikurangin 10!! What the h..?
Pak Nafik nyari-nyari gue dan menemukan bahwa gue—her favorite—nggak masuk! Bloodyhellbhvjdbvhcrapdhagshitbkpdamnhafjdyfuckhjagsdbkholycow.

Huaaa kalo gini caranya, gue jadi malu ketemu sama Pak Nafik di sekolah :’(


Ps: Oh ya, btw kalo ada yang penasaran sama konsep dan desain wedding invitation gue, gue bakalan posting itu kapan-kapan, semoga bisa menjadi inspirasi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar